Tips Memulai Bisnis dengan Small Office Home Office (SOHO)

img source: theeverygirl.com via pinterest

Membuat kantor di rumah? Kenapa tidak? Di saat harga properti semakin melambung tinggi dan harga sewa ruko semakin mahal menyebabkan para pebisnis menerapkan sistem bekerja dari rumah. Konsep ini dikenal sebagai Small Office Home Office atau disingkat SOHO. Anda tidak harus membangun gedung atau menyewa ruko untuk dijadikan kantor. Dengan membuka kantor di rumah, Anda masih bisa menjalankan bisnis Anda.

Konsep SOHO dinilai cocok dan relevan di masa sekarang, dimana sudah banyak pekerja lepas atau freelancer bermunculan dan berkembangnya era digital yang menyebabkan makin terbukanya peluang usaha. Pekerja lepas seperti freelance writer, desainer grafis, arsitek freelance dan lain-lain tidak harus ke kantor untuk bisa bekerja. Mereka cenderung bekerja di rumah atau di tempat mana saja yang nyaman seperti kafe. Maka dari itu, konsep SOHO dinilai sesuai untuk freelancer. Bahkan tidak hanya freelancer, banyak pemilik usaha memilih untuk membangun kantor di rumah karena tidak memerlukan banyak biaya dibandingkan menyewa ruko. Mereka hanya memperkerjakan sedikit staf dan lebih banyak menggunakan tenaga outsourcing yang juga dapat menyelesaikan pekerjaannya dari rumah. Hal ini sering dilakukan oleh pemilik firma arsitektur yang berkantor di rumah.

Ternyata konsep SOHO sudah lama dipraktekkan oleh pekerja di luar negeri dan saat ini sudah banyak diterapkan oleh pelaku usaha di Indonesia. Anda yang ingin bekerja mandiri sangat cocok untuk merancang SOHO di rumah. Nah, berikut ini kami rangkum untuk Anda, tips-tips yang bisa Anda ikuti jika ingin memulai bisnis atau usaha dengan konsep SOHO.

Siapkan Ruangan Khusus untuk Kantor Anda

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah menyiapkan ruangan khusus yang akan Anda gunakan sebagai kantor. Anda bisa menggunakan salah satu ruangan di rumah Anda dan bila memungkinkan pilih ruangan yang masih berada di area depan rumah Anda. Hal ini penting karena menyangkut akses atau sirkulasi saat Anda dan rekan kerja atau staf masuk ke kantor. Sebaiknya jangan menyatukan sirkulasi untuk masuk ke kantor dengan sirkulasi ke dalam rumah. Mungkin Anda perlu melakukan sedikit perubahan atau renovasi kecil. Namun biaya perubahan ini pastinya jauh lebih kecil dibanding jika Anda menyewa ruko atau membangun gedung kantor baru.  

Sesuaikan Kantor dengan Gaya Kerja Anda

Setelah menyiapkan ruangan khusus untuk kantor Anda, sekarang saatnya Anda menata ruangan tersebut berdasarkan jenis pekerjaan, kebutuhan dan gaya kerja Anda. Penataan ruang kantor juga dipengaruhi oleh kebiasaan Anda saat bekerja dan berapa banyak orang yang akan bekerja di sana. Rancang ruang kantor Anda senyaman dan seefisien mungkin agar aktivitas kerja Anda menjadi lebih mudah.

Sebagai contoh, misalnya Anda bekerja sebagai arsitek dan memiliki beberapa orang dalam tim, buatlah studio dengan perabotan sederhana dan posisi meja berhadap-hadapan agar Anda bisa berkomunikasi dengan mudah karena akan ada banyak diskusi dalam sebuah studio arsitektur. Sebaliknya, apabila Anda adalah seorang freelancer yang bekerja sendirian seperti penulis atau editor, Anda cukup menyediakan area kerja yang nyaman untuk diri sendiri.

Siapkan Infrastruktur yang Memadai

Selanjutnya, siapkan infrastruktur yang memadai yang mendukung kerja Anda, misalnya komputer, printer, internet, perangkat telekomunikasi dan lain-lain. Sediakan perangkat yang Anda butuhkan sebagaimana layaknya Anda menyiapkan hal tersebut untuk sebuah kantor. Anda bisa memulainya dengan menyiapkan hal-hal pokok terlebih dahulu, misalnya perangkat komputer dan internet. Walaupun Anda membuka kantor di rumah, bukan berarti Anda tidak memerlukan fasilitas yang sama jika Anda menyewa ruko. Agar pekerjaan Anda berjalan dengan lancar, fasilitas yang memadai adalah modal utama.

Hal lain yang harus Anda perhatikan adalah saluran telepon atau telekomunikasi. Sebaiknya pisahkan saluran telepon untuk kantor dengan saluran telepon rumah. Ini dimaksudkan agar lebih profesional. Jika Anda memiliki saluran telepon bisnis secara khusus, hal itu akan memungkinkan Anda untuk memiliki pesan suara dan penjawab mesin profesional jika Anda sedang tidak berada di kantor atau kantor sedang off. Anda juga tidak akan kehilangan panggilan dari teman, keluarga atau kerabat dekat karena saluran telepon yang terpisah.

Selain saluran telepon, masalah listrik juga harus Anda pertimbangkan. Fasilitas seperti komputer, printer dan perangkat-perangkat yang membutuhkan listrik lainnya akan memerlukan banyak daya listrik. Persiapkan instalasi listrik dengan baik dan tingkatkan daya listrik jika perlu. Jangan sampai pekerjaan terhambat karena masalah kelistrikan. Agar lebih aman, gunakan tenaga profesional untuk mengatur instalasi listrik di kantor Anda.

Merancang Peraturan Kerja

Walaupun Anda menggunakan konsep SOHO dan bekerja dari rumah, bukan berarti Anda tidak menetapkan sebuah peraturan kerja. Ingat, konsep SOHO hanya memindahkan tempat kerja Anda dari gedung kantor ke rumah. Jadi hal-hal yang menyangkut peraturan kerja tetap harus Anda patuhi. Kenapa? Karena godaan untuk tidak disiplin ketika bekerja secara mandiri atau freelance begitu besar. Tempatkan diri Anda seolah-olah sedang berada di kantor dan bekerjalah secara profesional sebagaimana Anda bekerja di kantor. Jika Anda memiliki staf, peraturan kerja ini juga sangat penting agar staf tidak menggampangkan usaha Anda. Dengan peraturan pula, para staf akan bekerja lebih profesional dan tidak menyepelekan pekerjaan. Jadi jangan lupakan peraturan dasar dalam bekerja di SOHO Anda.

Menetapkan Jam Kerja

Menetapkan jam kerja juga sangat penting. Hal ini penting untuk menumbuhkan rasa disiplin. Bekerja sendirian memang tidak mudah. Untuk mencegah diri Anda menunda-nunda pekerjaan penetapan jam kerja sangat diperlukan. Apalagi bila Anda memperkerjakan pegawai. Walaupun Anda bekerja di rumah, pengaturan jam kerja tetap diperlukan agar waktu kerja Anda berjalan efektif dan mencegah adanya pekerjaan-pekerjaan yang bisa terbengkalai.

Bekerja dari rumah memerlukan semangat, tanggung jawab dan juga disiplin yang tinggi. Bekerja dengan konsep SOHO memang memiliki kelebihan, yakni Anda tidak perlu keluar rumah untuk bekerja karena Anda sudah memiliki ruang kantor di rumah. Bagi ibu yang bekerja, Anda akan lebih mudah mengontrol dan mengawasi anak Anda sambil bekerja. Namun, konsep SOHO juga mempunyai kelemahan. Terkadang anggota keluarga belum paham mengenai konsep bekerja di rumah dan mungkin akan mengganggu Anda ketika bekerja. Hal ini bisa Anda siasati dengan melakukan sosialisasi kepada anggota keluarga yang lain tentang konsep kerja Anda. Kelemahan lain yang dirasakan pelaku usaha adalah kurang interaksi dengan pegawai terutama jika pegawai juga menyelesaikan pekerjaan dari rumah. Jalan tengah yang bisa Anda ambil adalah melakukan meeting atau pertemuan secara berkala untuk menjalin komunikasi.

Tidak semua pekerjaan cocok dengan metode SOHO seperti ini. Namun jika bisnis yang Anda geluti memungkinkan menggunakan konsep SOHO ini, kenapa tidak mencobanya? Ini adalah salah satu cara untuk tetap produktif meskipun menjalankan bisnis dari rumah dan menepis anggapan bahwa bekerja harus di sebuah gedung kantor. Prinsipnya, bekerja adalah suatu aktivitas, bukan tempat. Jadi, kenapa tidak?

Baca Juga

Anda Punya Komentar atau Pendapat?

Medaftar Newsletter

Berlangganan artikel kami untuk mendapatkan informasi terbaru melalui kotak masuk email Anda. Kami tidak akan mengirim spam karena kami selalu menghargai privasi Anda.