Tembok Rumah Dicoret-Coret Anak? Ini Cara Menghilangkan Noda Coretan Pada Tembok

Apakah Anda sedang bimbang mencari tahu cara mengatasi tembok yang dicoret-coret anak? Maka Anda sama saja dengan jutaan orang tua lain di dunia ini, bahkan mungkin milyaran orang mengalami hal yang sama.

Biasanya, orang dewasa hanya bisa pasrah saat tembok di rumahnya penuh dengan coretan. Dinding yang tadinya sangat bersih, mendadak penuh dengan lukisan benang kusut karena dicoret para anak.

Sebelum membahas cara-cara ini lebih luas, simaklah 2 faktor penyebab kenapa anak kecil suka mencoret-coret tembok:

  • Mereka merasa sangat antusias dengan alat tulis dan pensil warna
  • Si anak cenderung suka menggambar dan sedang belajar menulis
  • Biasanya anak memiliki tingkat kebosanan yang tinggi sehingga mereka tidak tahu mau melakukan apa lagi selain mencoret-coret tembok
  • Sudah naluri lahiriyah di usia 2-5 tahun, anak balita memang cenderung suka menulis dan menggambar sesuka hati mereka

anak mencoret tembok

img source: parenting.co.id

Inilah resikonya memiliki anak yang masih kecil. Naluri mereka memang gemar menggambar di dinding. Jika sudah begini, orang tua hanya bisa menunggu sang anak tumbuh besar. Ya, dinding baru bisa diperbaiki saat sang anak sudah berusia yang cukup untuk mengerti akan kebersihan dinding.

Soalnya percuma saja mengecat ulang tembok. Selagi anak masih balita, dia akan selalu main dengan pensil, pulpen, spidol, pulas dan crayonnya. Ini bisa dibilang adalah tahapan kreativitas yang entah kapan berakhirnya.

Sebenarnya andai orang tua mau mengedukasi anaknya dengan baik, yakni kalau menggambar harus di atas media kertas, kanvas atau bahkan tablet digital. Pastilah sang anak pelan-pelan mau berhenti mengurek-urek tembok.

anak mencoret tembok

img source: cantik.tempo.co

Tapi namanya saja anak kecil, mereka sudah seperti bawaan lahirnya memang demikian adanya. Menggambar di tembok adalah keniscayaan. Jadi kita sebagai orang dewasa sebaiknya fokus saja untuk cara mengatasi tembok yang dicoret-coret ini.

1. Mengecat Dinding dengan Warna Netral

Himbauan kepada para orang tua yang memiliki anak balita, sebaiknya kalau mengecat rumah itu gunakan warna yang netral saja. Seperti putih atau coklat muda. Kenapa begitu?

Ini karena warna netral justru lebih mudah ketika dibersihkan di kemudian hari. Perlu direnungkan kalau sebetulnya cara mengatasi tembok yang dicoret-coret itu agak sulit saat dindingnya bukan berwarna netral.

Karena kita akan membutuhkan lebih banyak cat untuk menimpa cat lama yang penuh gambar coretan ini. Beda kalau pakai warna putih atau netral lainnya. Maka cat penimpanya tidak akan terlalu boros dan lebih gampang pula diaplikasikan.

2. Melapisi Tembok dengan Wallpaper

Jangan lupa untuk melapisi dinding dengan wallpaper saat anak sudah mulai aktif di usia 1 tahunan. Memang ini akan memakan budget yang besar, namun jauh lebih baik daripada tembok rumah penuh dengan gambar dari si kecil.

Penggunaan wallpaper jauh lebih fleksibel untuk diubah-ubah pula. Dan ini akan melindungi warna tembok yang asli. Dan untuk menyiasati harga wallpaper yang mahal, maka bisa membelinya yang jenis roll saja.

Dan bisa pula selektif hanya dengan memasang wallpaper di ruang keluarga yang biasanya memang jadi sasaran empuk digambarin anak. Cara mengatasi tembok yang dicoret-coret ini bisa dilakukan saat tembok sudah terlanjur pula digambarin sang anak.

3. Mengedukasi Anak tentang Cara Melukis di Dinding

Ajarkanlah anak tentang bagaimana cara melukis di dinding. Tidak ada salahnya mengedukasi anak tentang mural sebagai cara mengatasi tembok yang dicoret-coret ini.

Selain untuk memperbaiki kualitas coretan sang anak, langkah ini juga akan mendekatkan orang tua dengan buah hatinya.

Dan percayalah bahwa langkah ini juga lama kelamaan akan menumbuhkan kesadaran anak untuk tidak lagi sembarangan menggambar di tembok. Dan teknik ini, lambat laut akan meningkatkan skill dan rasa seni yang tinggi pula pada sang buah hati. Siapa tahu dari hobi mencoret-coret tembok malah akan mengeluarkan bakat seni melukisnya di kemudian hari.

4. Menghimbau Anak Agar Hanya Menggambari Satu Lokasi Saja

Ini memang sangat sulit, mana mungkin memberitahu anak untuk hanya menggambari satu lokasi saja? Kebanyakan anak tentunya selalu ingin bebas mencoret lokasi mana saja yang ia mau.

Tapi tak ada salahnya untuk menghimbau anak untuk tidak berpindah-pindah tempat ketika mereka beraksi. Dan alangkah baiknya malah dicegah kalau memang kebetulan kita sebagai orang tua melihat mereka sedang mencoretnya.

Tentu lebih mudah untuk melarang mereka di saat kita melihat langsung kejadiannya. Cara mengatasi tembok yang dicoret-coret dengan himbauan ini efektif untuk anak yang usianya sudah 3 tahunan. Dan ketika kita melarang, baiknya anak diarahkan untuk menggambar di buku gambar saja.

5. Menutup Tembok yang Tercoret dengan Benda Apa Saja

Jika memang sudah terlanjur temboknya penuh coretan dan belum memungkinkan untuk direnovasi. Maka sebaiknya pikirkan cara mengatasi tembok dicoret-coret yang paling sederhana. Apa itu?

Ya, ini dengan cara menutupnya dengan benda apa saja yang penting mampu menutupinya. Misalnya coretan itu di bagian dinding agak mendekati lantai, maka bisa ditutup dulu dengan sofa. Dan jika agak ke atas, bisa dengan lemari.

Dan lebih pintar lagi bilamana memungkinkan, silahkan ditutup saja dengan papan tulis whiteboard atau kertas poster yang ditempel. Justru ini akan membuat kreativitas anak makin melejit. Bisa jadi mereka akan mencoret-coret di sini malah.

6. Mengecat Ulang Saat Kondisi Dinding Sudah Sangat Jelek

Jika mau mengecat ulang, maka artinya kondisi dinding memang sudah begitu berantakan parah. Cara mengatasi tembok yang dicoret-coret ini memang butuh keluasan hati untuk mau mengeluarkan anggaran untuk mencat ulang ulang.

Tidak ada salahnya mengganti cat rumah yang lama dengan yang baru. Apalagi jika memang kondisi warna dinding telah memudar. Dan lagi ketambahan dengan fenomena gambar benang kusut atau dinosaurus khas anak-anak.

7. Menimpa Cat Lama dengan Cat Baru Hanya Ketika Anak Sudah Nalar dan Berusia Cukup

Tapi pastikan bahwa ketika mengecat ulang rumah, artinya usia anak sudah cukup. Dan mereka telah memiliki daya nalar lebih bagus dari sebelumnya. Sehingga cenderung patuh dan jera untuk tidak mencoret-coret dinding lagi.

Cara mengatasi tembok yang dicoret-coret ini mungkin saja bagi sebagian orang tua bukan urusan yang perlu dipikirkan. Dalam arti, ada saja orang tua yang menganggap hal ini wajar. Dan malah merasa sayang untuk menghapus lukisan tangan kecil sang buah hatinya.

Tapi benarkah menyimpan kenang-kenangan gambar sang anak memberikan kepuasan batin demikian? Ya, jika memang membutuhkan sebuah memori akan kejadian khas anak-anak ini, bisa saja menyisakan hasil lukisan mereka.

Namun buatlah dengan lebih baik, misalnya dirapikan agar membentuk bidang persegi atau lingkaran yang menampilkan hasil karya anak kesayangan ini.

Nah, berdasarkan 7 cara mengatasi tembok rumah yang dicoret-coret anak di atas, manakah yang paling cocok diterapkan saat ini? Tentu para orang tua memiliki kondisinya masing-masing. Jadi jangan risau lagi bila dinding rumah penuh dengan gambar, ya!

Artikel Terkait


Perbedaan Rumah Cluster dan Townhouse yang Wajib Dipahami Agar Tidak Menyesal

Strategi Jual Properti Sukses Dengan Harga Tinggi dan Cepat Laku

11 Variasi Pola Lantai Untuk Hunian yang Lebih Estetik

11 Langkah Penting Dalam Membeli Rumah Untuk Investasi

Kelebihan dan Kekurangan yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Memasang Lantai Teraso

10 Cara Memberikan Kesan Luas Pada Rumah Sempit Minimalis

Lebih Untung Mana, Beli Rumah Inden atau yang Sudah Jadi?

7 Taman Rumah Minimalis yang Keren Banget

Cara Cerdas Bisnis Properti, Anti Bangkrut!

8 Tips Aman Membeli Rumah Tipe 36, Agar Tidak Menyesal

Inspirasi Rumah Minimalis Jepang yang Menenangkan, Cocok Untuk Hunian Mungil

Ingin Menjadi Broker Properti Ketika Krisis? Ini Tipsnya!


Baca Juga

Anda Punya Komentar atau Pendapat?

Medaftar Newsletter

Berlangganan artikel kami untuk mendapatkan informasi terbaru melalui kotak masuk email Anda. Kami tidak akan mengirim spam karena kami selalu menghargai privasi Anda.