Ini Dia 8 Tips Membuka Usaha Makanan Bagi Pemula

Usaha di bidang makanan adalah usaha yang memerlukan kecerdasan dan harus bekerja keras untuk memajukannya. Usaha kuliner menjadi salah satu usaha yang tidak pernah ada habisnya dan banyak pengusaha pemula yang mencoba usaha kuliner. Sajian kuliner memang sangat bervariasi dan ada banyak jenis makanan yang disukai banyak orang. Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki banyak sajian kuliner, mulai dari kuliner tradisional sampai dengan kuliner modern.

Banyak kuliner khas Indonesia yang terkenal seperti Gudeg Jogja, Masakan Padang, Nasi Rames, Pecel Lele, Nasi Goreng, Karedok dan berbagai makanan lainnya. Membuka usaha makanan perlu memerlukan strategi yang matang dan ada berbagai hal yang perlu diperhatikan. Berikut ini adalah tips membuka usaha makanan bagi pemula:

1. Modal

Modal awal seringkali menjadi permasalahan utama para pengusaha pemula dan kini banyak cara untuk memperoleh modal seperti meminjam teman, melakukan kerjasama, meminjam uang koperasi, meminjam uang bank serta menjual barang berharga. Saat pemula memiliki modal sendiri, tentu memiliki peluang yang lebih baik dan menghindarkan dari berbagai macam resiko kebangkrutan.

Sebaiknya siapkan modal usaha sekitar 2 kali lipat dan hal ini akan menghindarkan para pengusaha dari kebangkrutan dini. Saat modal usaha dimiliki sendiri, maka pengusaha hanya perlu fokus pada penjualan dan ada beberapa cara usaha yang bisa dilakukan. Semakin baik pengelolaan modalnya, maka akan semakin cepat perkembangan usaha makanannya dan siapkan strategi marketing yang baik.

2. Lokasi usaha

Lokasi usaha menjadi aspek yang sangat penting diperhatikan, karena berpengaruh terhadap penjualan dan pilihlah lokasi usaha yang berada di pinggir jalan, karena akan banyak dilewati banyak orang. Semakin banyak orang yang melewati tempat usaha, maka akan semakin besa pula peluang penjualan dan lokasi yang strategis akan mudah di ingat oleh konsumen.

Ada beberapa lokasi yang biasanya bagus untuk berjualan makanan seperti area sekolah, area kampus, area perkantoran, area pabrik, area pasar dan area tempat wisata. Tempat usaha yang lokasinya strategis, biasanya memiliki harga sewa yang tinggi dan berbagai perlengkapan penunjangnya lumayan mahal. Pengusaha pemula bisa mencoba mencari lokasi usaha yang tidak jauh dari jalan raya dan memiliki harga sewa yang terjangkau.

3. Ciri khas

Usaha makanan yang laris biasanya memiliki ciri khas atau memiliki menu andalan yang disajikan dan menu andalan menjadi pusat menu yang disediakan. Cari keunggulan apa yang menjadi daya tarik masakannya, agar banyak pengunjung yang datang dan jangan menggunakan menu yang banyak dijual orang, karena akan menjadikan banyak persaingan. Carilah menu baru yang bisa mendulang popularitas dan menarik minat para pengunjung.

Ciri khas dari penjual makanan adalah menu spesial yang disajikan dan dengan ciri khas menu andalan, maka akan banyak konsumen yang lebih tertarik atau ketagihan. Pilihlah menu-menu yang sesuai dengan target pasar yang ada dan jangan menjual menu yang miliki cita rasa bertabrakan dengan selera pasar. Contohnya jangan menjual nasi padang di sekolahan sd, karena berpotensi tidak laku dan juallah makanan yang diminati anak-anak.

4. Harga makanan

Juallah makanan dengan harga rendah sebagai langkah awal promosi usaha dan sesuaikan harga makanan dengan target pasar yang dituju. Ada beberapa makanan yang memiliki harga rata-rata dan tidak akan laku bila dijual dengan harga mahal. Semakin murah, maka akan semakin besar peluang makanan itu laku dan semakin mahal, maka proses pemasarannya akan semakin sulit.

Lakukan survey harga makanan sejenis disekitar tempat jualan, jangan menjual makanan terlalu murah dan sesuaikan harga dengan harga pasarannya. Jika menjual harga terlalu murah, akan berpotensi mudah bangkrut dan mematikan usaha orang lain. Banyak usaha makanan yang cepat bangkrut, akibat memasang harga yang sangat murah dan tidak seimbang antara pemasukan dengan pengeluaran.

5. Pastikan pemasok bahan baku

Saat akan memulai sebuah usaha, sebaiknya cari dulu pemasok bahan baku yang memiliki tanggung jawab baik dan bisa juga dengan belanja langsung ke pasar ataupun tempat bahan baku lainnya. Dengan datang langsung ke penjual bahan baku, tentu bisa memilih bahan baku yang akan dimasak dan pilihlah bahan baku dengan kualitas yang baik. Saat usaha laris, tentu sangat melelahkan untuk belanja ke pasar dan cari pemasok bahan baku yang konsisten.

Pasokan bahan baku berkualitas tidak boleh terhambat dan jangan menggunakan sistem utang, karena bisa merugikan. Bayarlah bahan baku secara kontan, agar bisa dilihat perkembangan usaha setiap harinya dan jangan menggunakan bahan baku yang jelek, karena akan menurunkan kualitas masakan yang dijual. Kualitas makanan harus bisa terjaga dengan baik dan konsistensi menjadi hal penting yang harus dilakukan.

6. Sumber daya manusia

Saat memulai usaha makanan, sebaiknya tentukan dulu siapa saja yang akan menjadi karyawan dan pilihlah SDM yang bagus, karena akan menentukan keberhasilan usaha. Jangan memilih karyawan yang lambat untuk adaptasi, karena menyulitkan dalam proses sukses dan pilihlah karyawan yang mempu tampil percaya diri.

Susunan karyawan yang ideal untuk melakukan usaha masakan adalah pelayan, kasir, tukang masak dan tukang cuci piring. Untuk meningkatkan kinerja karyawan, berikan bonus pada karyawan yang selalu tepat waktu dan tidak pernah bolos. Lakukan kedisiplinan tinggi, agar karyawan dapat bekerja dengan baik dan membatu perkembangan usaha.

7. Pelayanan

Lakukan pelatihan yang baik pada karyawan dan usahakan melakukan pelayanan terbaik. Sebaiknya kepuasan konsumen menjadi hal yang perlu dilakukan, agar usaha dapat berjalan dengan baik dan banyak hal yang harus diajarkan kepada karyawan. Semakin baik pelayanan yang diberikan, maka akan semakin besar tingkat kepuasan konsumen dan konsumen yang puas dengan pelayanan, akan melakukan order berkali-kali.

Setiap usaha makanan tentu memiliki cara tersendiri untuk melayani konsumennya dan konsep usaha makanan usahakan membuat konsumen ketagihan. Penilaian baik dari konsumen menjadi ajang promosi yang baik, karena sesama konsumen akan saling memberitahukan pelayanan suatu usaha dan jangan sampai konsumen memberikan respon negatif terhadap pelayanan.

8. Promosi

Salah satu penunjang berkembangnya usaha adalah dengan melakukan pola promosi yang tepat dan promosi bisa dilakukan dengan berbagai cara. Kini dengan perkembangan teknologi, promosi bisa dilakukan secara online dan proses promosi online lebih cepat dibanding promosi tradisional. Promosi online bisa menjangkau pasar yang sangat luas dan bisa mendatangkan konsumen dari berbagai daerah di Indonesia.

Menyediakan layanan online atau pengiriman barang secara COD menjadi suatu kelebihan yang sangat memudahkan buat konsumen dan semua konsumen yang malas untuk keluar rumah, bisa memesan makanan dengan sangat mudah. Setiap usaha makanan harus memiliki daya tarik utama dan selalu sediakan promo menarik yang bisa menarik minat kuliner para konsumen.

Demikian ulasan lengkap mengenai tips membuka usaha makanan bagi pemula dan semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi para konsumennya.

 

Artikel Terkait


Inilah 8 Bisnis Offline yang Bisa Dijalankan dari Rumah

Rahasia Sukses Untuk Anda yang Ingin Membuka Restoran Pizza

Ini Dia 7 Ide Bisnis yang Cocok Dijalankan Anak Muda

Berikut Cara Bisnis Forex Bagi Pemula Agar Menguntungkan

Inilah Dia 8 Tips Jual Beli Mobil Bekas

Inilah 11 bisnis yang Cocok Dijalankan Pada Bulan Ramadan

Motivasi dan Tips Bagi Anda Para Pebisnis

Cara Memulai Bisnis Properti Untuk Pemula

Inilah 5 Ide Bisnis yang Cocok Dijalankan Akhir Tahun

Ingin Sukses? Inilah 16 Tips Sukses Bisnis ala Orang China

Berikut Tips Investasi Forex Indonesia Bagi Para Pemula

10 Hal yang Dicari Investor Agar Mau Berinvestasi Kepada Anda


Baca Juga

Anda Punya Komentar atau Pendapat?

Medaftar Newsletter

Berlangganan artikel kami untuk mendapatkan informasi terbaru melalui kotak masuk email Anda. Kami tidak akan mengirim spam karena kami selalu menghargai privasi Anda.