Cara Cerdas Bisnis Properti, Anti Bangkrut!

Cara cerdas bisnis properti nampaknya harus benar-benar dikuasai oleh mereka yang ingin terjun ke bidang properti. Namun sebelum membahas trik-trik jitu tersebut, mari ulas terlebih dahulu tentang apa itu bisnis properti.

Bicara bisnis properti di era sekarang tidak bisa hanya mengulas mengenai tips dan triknya belaka. Namun juga harus mengkaji secara komprehensif mengenai ruang lingkup dan jenis-jenis aset yang dimainkan.

cara cerdas bisnis properti

img source: ft.com

Seorang pebisnis harus pandai dan mampu menemukan di mana letak kemampuannya. Masing-masing orang yang berjiwa bisnis pasti akan menemukan jodoh sendiri mengenai properti apa yang cocok dimainkannya.

Jadi masing-masing pengusaha properti itu punya gaya. Ada yang jodoh di bidang perumahan. Maka dia akan menginvestasikan uangnya untuk membangun perumahan tipe cluster misalnya. Namun ada pula yang lebih senang membeli apartemen, maka dia bisa saja menyewakan apartemennya untuk mendapatkan passive income terus-menerus.

Ruang Lingkup dan Jenis-Jenis Aset Bisnis Properti

img source: abc.net.au

Pada dasarnya cara cerdas bisnis properti adalah kegiatan apapun dalam rangka monopoli modal dan mengambil keuntungan dalam jual-beli properti. Rantai bisnis ini menjalar ke banyak bidang, tergantung pada properti macam apa yang digarap.

Namun anggap saja bahwa apa yang disebut dengan properti merupakan tanah dan bangunan. Sedangkan pada poin bangunan ini nantinya bisa dibagi ke dalam produk-produk turunannya, misalnya:

  1. Perumahan
  2. Rumah Tunggal
  3. Villa
  4. Hotel
  5. Kontrakan
  6. Kost-kost-an
  7. Ruko
  8. Ruang Publik

Dari poin-poin di atas tentu semua orang sudah paham. Namun untuk poin ke-8 merupakan sebuah fenomena yang baru. Bahwa ruang publik juga termasuk properti. Maksudnya apa?

Ruang publik atau public space di sini tidak aturan pasti mengenai bagaimana wujudnya. Yang jelas dia adalah sebuah ruang yang di-properti-kan. Jadi ketika masuk ke sana, maka harus bayar. Ada uang sewa atau retribusi untuk masuk.

Sampai di sini sudah paham pastinya apa yang disebut ruang publik sebagai properti? Ya, contohlah adalah objek wisata. Kini banyak bermunculan wahana-wahana tempat wisata yang dikelola oleh masyarakat, pengusaha swasta bahkan pemerintah. Aset mereka ini bisa pula disebut properti yang mana harus dikelola dengan cara cerdas bisnis properti.

Tidak hanya lokawisata, properti di era sekarang juga mencakup pada ruang perkantoran. Seringkali sebuah ruangan di gedung perkantoran pencakar langit disewakan sebagai sebuah kantor. Sistem sewanya bisa tahunan. Bisa pula harian.

Selain itu ada pula properti perkantoran dalam wujud ruang coworking. Ini adalah sebuah kantor terbuka yang mana di dalamnya terdapat banyak aktivitas bisnis dari banyak perusahaan berbeda. Jadi kantornya tetap sama, walaupun manajemennya berbeda.

Ya, demikianlah memang perkembangan ruang lingkup dan aset properti di masa sekarang. Sungguh berbeda dari dulu, saat di mana properti hanya dipahami sebagai tanah dan bangunan belaka. Padahal produk-produk turunannya bisa lebih kompleks dan membuat cara cerdas bisnis properti mesti dipikirkan matang-matang.

Cara Cerdas Bisnis Properti, Anti Bangkrut!

img source: propertyguru.com

Melihat judul artikel ini tentu sangat provokatif. Masa sih ada bisnis properti yang menjaminkan anti bangkrut? Padahal tiap jenis usaha apapun selalu punya resiko. Tapi inilah seni di balik kecerdasan dalam mengambil keputusan-keputusan di bidang usaha properti.

1. Pahami Passion di Bidang Apa

Cobalah sebelum terjun ke dunia properti, pahami dan tentukan dulu mau mengambil bidang seperti apa. Untuk pemula, cobalah belajar dari hal-hal kecil dulu. Misalnya membeli rumah cash keras, kemudian rumah itu dikontrakkan minimal 1 tahun.

Hasil uang kontrakannya ini diputar untuk menjadi DP kredit rumah lagi. Ini salah satu cara cerdas bisnis properti untuk pemula. Intinya, beli properti-sewakan properti-beli properti lagi dengan hasil uang sewaan itu.

Lalu bagaimana dengan cicilan kredit rumah per bulannya? Inilah yang seringkali menghantui pemain pemula. Bahwa jika mereka memulai dengan investasi “hanya 1 rumah” di awal, maka dia harus konsekuen untuk mau “menyicil kreditnya”.

Tidak ada yang instan dalam dunia bisnis. Makin besar modal awal, makin besar pula keuntungannya. Kalau ingin punya passive income untuk menutup cicilan kredit rumah itu, maka harus mengerahkan 1 properti lagi untuk disewakan, guna membiayai kreditnya.

2. Fokus Pada Satu Bidang Properti

Cobalah untuk fokus hanya pada satu bidang properti. Intinya, cara cerdas bisnis properti ini hanya bisa dilakukan ketika seorang pengusaha mampu fokus. Setelah menemukan passion, maka garap secara maksimal passion ini.

Seorang pengusaha tanah mungkin saja lebih menikmati memiliki tanah itu selamanya, daripada menjualnya. Apalagi kalau tanahnya adalah tanah strategis. Banyak kasus di mana para tuan tanah di wilayah Bali menjadi sangat kaya berkat menyewakan tanahnya kepada para pemilik hotel. Mereka enggan menjual, malah menyewakan demi passive income seumur hidup.

3. Tidak Setengah-Setengah dalam Investasi

Segala sesuatu yang setengah-setengah tidak akan membuahkan hasil apa-apa. Maka saat memutuskan terjun ke dunia investasi properti ini, janganlah setengah-setengah. Kerahkan seluruh power yang bisa dan logis tuk dicurahkan.

Ketika menjumpai sebuah aset properti di lokasi strategis dengan harga murah, segera buat kalkulasinya. Apakah akan membelinya atau tidak. Sebab, harga properti bisa naik dalam tempo sangat singkat.

4. Memaksimalkan Kemungkinan-Kemungkinan Menjalin Kerjasama dengan Bank

Ini sangat menguntungkan pengusaha di zaman sekarang, bahwa dengan adanya program-program pengkreditan seperti KPR dari bank, maka developer akan sangat cepat balik modalnya.

Seorang developer tidak perlu lagi memikirkan kondisi finansial dari sang pembeli rumah karena semua itu akan menjadi urusan bank setelah serah terima. Ibaratnya para developer menjual rumah secara putus kepada bank. Dan jika sang pembeli rumah tidak mampu membayar kredit, maka properti rumah ini akan disita bank. Sungguh praktis dan adil, maka dari itu jangan ragu tuk kerjasama dengan bank.

5. Berani Bangun, Berani Selesaikan

Banyak sekali developer-developer properti yang selalu belajar cara cerdas bisnis properti, namun mereka lupa akan sikap yang baik saat investasi. Seringkali sebuah proyek pembangunan properti menjadi tersendat, bahkan mangkrak karena faktor pendanaan dan perijinan yang sulit.

Pastikan sudah mendapatkan ijin dan Amdal terkait. Serta memiliki pendanaan yang kuat, sebelum memutuskan membangun properti, seperti perumahan, hotel atau gedung pencakar langit. Sungguh disayangkan jika proyek ini mendadak berhenti dan biasanya kalau sudah berhenti maka diiringi dengan bangkrutnya perusahaan.

6. Membuka Pintu Masuk untuk Investor di Waktu yang Tepat

Cara cerdas bisnis properti anti bangkrut selanjutnya adalah dengan membuat sebuah perusahaan publik. Artinya bukalah kanal investor untuk menggarap proyek ini. Jangan terlalu percaya diri mampu menangani proyek sendirian, karena sejatinya tidak ada kontraktor besar yang benar-benar berdiri sendiri. Setidaknya, mereka memiliki anak perusahaan atau mitra perusahaan lain.

7. Rawat dan Ruwat Properti

Maksudnya dengan rawat dan ruwat properti adalah sebuah cara cerdas bisnis properti dengan memberikan perlindungan yang baik terhadap properti itu. Jangan sungkan untuk mengikuti program-program asuransi. Karena ini memberikan jaminan ketenangan di masa depan.

Artikel Terkait


11 Langkah Penting Dalam Membeli Rumah Untuk Investasi

Lebih Untung Mana, Beli Rumah Inden atau yang Sudah Jadi?

10 Cara Memberikan Kesan Luas Pada Rumah Sempit Minimalis

Tembok Rumah Dicoret-Coret Anak? Ini Cara Menghilangkan Noda Coretan Pada Tembok

8 Tips Aman Membeli Rumah Tipe 36, Agar Tidak Menyesal

11 Variasi Pola Lantai Untuk Hunian yang Lebih Estetik

7 Taman Rumah Minimalis yang Keren Banget

Kelebihan dan Kekurangan yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Memasang Lantai Teraso

Inspirasi Rumah Minimalis Jepang yang Menenangkan, Cocok Untuk Hunian Mungil

Strategi Jual Properti Sukses Dengan Harga Tinggi dan Cepat Laku

Ingin Menjadi Broker Properti Ketika Krisis? Ini Tipsnya!

Perbedaan Rumah Cluster dan Townhouse yang Wajib Dipahami Agar Tidak Menyesal


Baca Juga

Anda Punya Komentar atau Pendapat?

Medaftar Newsletter

Berlangganan artikel kami untuk mendapatkan informasi terbaru melalui kotak masuk email Anda. Kami tidak akan mengirim spam karena kami selalu menghargai privasi Anda.