Bahaya Anemia Pada Ibu Hamil, Kenali Gejala Dan Penanganannya

https://www.babyment.com/pregnancycare.php?pregnancy=Shortness-of-breath-During-Pregnancy

Kehamilan akan menyebabkan banyak perubahan yang terjadi dalam tubuh seorang ibu. Salah satunya yaitu ibu hamil akan rentan mengalami anemia saat masa kehamilan. Mengapa? saat hamil, ibu membutuhkan pasokan darah segar 2 kali lipat lebih banyak dibandingkan sebelumnya. Dan jika kebutuhan darah tak tercukupi, maka ibu hamil dapat terkena anemia. Dan perlu anda ketahui jika anemia pada ibu hamil bukanlah hal yang seharusnya dibiarkan begitu saja. Kondisi ini tidak boleh diabaikan karena dapat membahayakan, tak hanya ibu hamil namun juga janin di dalam kandungan. 

Dan yang perlu dicermati bagi semua ibu hamil adalah, gejala-gejala anemia yang terjadi pada ibu hamil hampir mirip seperti gejala kehamilan yang umum dialmi. Apalagi jika anemia ringan, akan sangat mungkin jika tidak menunjukkan gejala yang jelas. Karena itulah penting bagi ibu hamil untuk mengetahui apa saja gejala anemia yang bisa terjadi dan untuk segera mendapatkan penanganan yang tepat. 

Penyebab Anemia Pada Ibu Hamil

Anemia merupakan kondisi yang terjadi saat tubuh kekurangan sel-sel darah merah, bahkan jumlahnya lebih rendah dibandingkan batas normal. Anemia juga dapat terjadi saat sel darah merah di dalam tubuh tidak mengandung hemoglobin yang cukup yang bertugas menyalurkan pasokan oksigen ke seluruh tubuh. Sehingga tubuh akan merasa cepat lelah dan lemah karena organ-organ di dalam tubuh tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup.

Pada ibu hamil, anemia bisa terjadi akibat masalah kekurangan gizi. Anemia pada ibu hamil lebih cenderung diakibatkan perubahan hormon tubuh yang mempengaruhi proses produksi sel-sel darah. Beberapa kondisi kesehatan lainnya seperti gangguan sistem imun, penyakit ginjal, dan pendarahan juga menyebabkan tubuh mengalami kekurangan sel darah merah. 

Gejala Anemia Saat Hamil

Gejala anemia pada ibu hamil bisa saja tidak terlihat dan kemudian dibiarkan begitu saja. Namun seiring pertambahan usia kehamilan, gejalanya yang ditunjukkan bisa semakin memburuk. Dan berikut ini beberapa gejala anemia pada umumnya yang bisa dirasakan ibu hamil:

  • Kulit tampak pucak
  • Mudah lelah, lemah, dan lesu
  • Sulit berkosentrasi
  • Sesak napas
  • Detak jantung menjadi tidak beraturan dan lebih cepat
  • Pusing atau berkunang-kunang
  • Tangan dan kaki sering terasa dingin
  • Nyeri di bagian dada

Pada saat ibu hamil menunjukkan gejala-gejala diatas, akan lebih baik untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Untuk memastikan apakah ibu hamil terdiagnosis terkena anemia atau tidak, maka dibutuhkan tes darah lebih lanjut. Pemeriksaan darah biasanya dilakukan saat pemeriksaan kehamilan pertama dankemudian dilakukan kembali 1 kali lagi selama masa kehamilan. 

Faktor Resiko Anemia Saat Hamil

Anemia dapat menyerang siapapun, namun ibu hamil merupakan orang yang cukup rentan mengalami anemia. Semua wanita hamil memiliki resiko terkena anemia, yang disebabkan karena tubuh tidak mampu mencukupi kebutuhan zat besi, asam folat, dan pasokan darah yang lebih banyak dibutuhkan selama masa kehamilan. Selain itu terdapat beberapa faktor lainnya yang membuat resiko ibu hamil mengalami anemia semakin tinggi, antara lain adalah:

  • Sedang hamil kembar, semakin banyak janin yang ada di dalam kandungan tentu saja semakin banyak pula pasokan darah yang dibutuhkan
  • Sering mengalami mual dan muntah di pagi hari
  • Nafsu makan menurun
  • Hamil di usia remaja
  • Jarak antara satu kehamilan dengan lainnya terlalu dekat
  • Pola makan yang buruk, membuat kebutuhan zat besi tak mencukupi
  • Jumlah darah yang dikeluarkan ibu ketika menstruasi saat pra-kehamilan terlalu banyak
  • Sudah mempunyai anemia sebelum hamil
  • kurang mengkonsumsi makanan yang kaya akan asam folat dan zat besi

Cara Mengatasi Anemia Selama Kehamilan

1. Mengkonsumsi Makanan Yang Kaya Akan Zat Besi

Salah satu penyebab anemia pada ibu hamil adalah ketika tubuh mengalami kekurangan zat besi. Dan kekurangan zat besi ini dapat ditangani dengan pola makan sehat dan teratur. Anda bisa menambahkan asupan zat besi melalui makanan yang dikonsumsi sehari hari. Minimal tambahkan 3 porsi makanan yang kaya akan zat besi. Anda bisa menemukan kandungan zat besi tinggi pada makanan-makanan di bawah ini:

  • Daging merah dan ayam yang rendah lemak serta dimasak hingga matang
  • Makanan laut seperti kerang, iakn, cumi dan udang yang sudah dimasak matang
  • Telur yang dimasak hingga matang
  • Gandum
  • Biji-bijian dan kacang-kacangan
  • Produk susu yang telah melalui proses pasteurisasi
  • Sayuran hijau seperti kangkung dan bayam
  • Kacang polong
  • Kentang

Selain mengkonsumsi makanan yang kaya akan zat besi, penting juga bagi ibu hamil mengkonsumsi makanan yang tinggi folat antara lain seperti:

  • Alpukat, pisang, pepaya
  • Kuning telur
  • Sayuran daun hijau, seperti brokoli, bayam, buncis, lobak hijau, seledri, selada
  • Biji bunga matahari
  • Kacang Kacangan

2. Penuhi Kebutuhan Vitamin C

Anemia pada ibu hamil dapat teratasi dengan mengkonsumsi vitamin C yang lebih banyak selama masa kehamilan. Agar tubu mampu menyerap asupan zat besi dengan maksimal, maka dibutuhkan pula asupan vitamin C yang cukup setiap harinya. Anda bisa menemukan sayuran dan buah dengan kandungan vitamin C tinggi dalam strawberry, jeruk, brokoli, kiwi, kembang kol, paprika, dan tomat. Selain itu kebutuhan akan vitamin C juga bisa terpenuhi dengan mengkonsumsi suplemen vitamin C, namun akan lebih baik jika anda mengkonsultasikan diri ke dokter

3. Mengkonsumsi Suplemen Zat Besi

Kebutuhan akan zat besi juga bisa anda dapatkan melalui konsumsi suplemen zat besi. Biasanya suplemen zat besi yang umum diresepkan oleh dokter adalah ferrous sulphate. Supelemen ini dapat dikonsumsi 2-3 kali sehari. Selain itu direkomendasikan untuk mengkonsumsi saat kondisi perut sedang kosong menggunakan air mineral ataupun jus jeruk. Mengapa? karena kandungan vitamin C di dalam jus jeruk membantu peneyrapan zat besi. Namun jika ibu sedang mual-mual, akan lebih baik jika dikonsumsi 1 jam setelah makan. 

Namun penting bagi ibu hamil untuk mengetahui jika pada sebagian orang bisa mengalami efek samping tertentu, seperti diare, sakit perut, mual, nyeri ulu hati, maupun tinja berwarna gelap. Konsultasikan segera ke dokter jika ibu hamil merasakan beberapa efek samping tersebut setelah mengkonsumsi suplemen zat besi. Selain itu ibu hamil juga direkomendasikan untuk mengkonsumsi suplemen asam folat dan vitamin B12 untuk tambahan vitamin prenatal. 

Jangan pernah menganggap remah anemia pada ibu hamil, hal ini dpat menganggu kondisi kesehatan ibu hamil serta perkembangan janin yang ada di dalam kandungan. Bahkan jiak tidak ditangani dengan tepat, ini akan meningkatkan resiko komplikasi yang berbahaya seperti berat badan lahir bayi rendah, persalinan premature, hingga meningkatkan resiko kematian ibu setelah menjalani persalinan

Oleh karena itu sangat penting bagi ibu hamil untuk memeriksakan kondisi kesehatan secara rutin dis etiap usia kehamilan meskipun ibu merasa baik-baik saja. Melakukan pemeriksaan hemoglobin secara teratur juga dibutuhkan saat ibu memutuskan untuk menjalani program hamil. Sehingga nantinya ibu bisa melakukan terapi pencegahan sedari dini agar mengurangi terjadinya resiko anemia saat hamil. 

Artikel Terkait


Tanpa Perlu Obat-Obatan, 10 Cara Ini Ampuh Menurunkan Demam Anak Secara Alami Dan Cepat

Berbagai Cara Mengatasi Asam lambung Yang Bisa Anda Coba Dirumah

Olahraga yang Wajib Anda Coba untuk Menurunkan Berat Badan

Tanaman Obat Keluarga, Obat Alami untuk Keluarga di Rumah

Sulit Tidur Meskipun Tubuh Lelah? Ini 8 Tips Sederhana Untuk Mengatasinya

Tanpa Disadari, 10 Makanan Perusak Jantung Ini Seringkali Dikonsumsi

Inilah 13 Makanan Yang Baik Untuk Kesehatan Retina Mata

Anak Sakit Kepala? Inilah 6 Penyebab Sakit Kepala Pada Anak

Tips Sehat Agar Mendapat Tidur yang Berkualitas

Ini Dia Tips Cara Menghilangkan Bau Mulut Dengan Cepat dan Aman

Teh atau Kopi, Mana yang Lebih Baik dan Sehat Untuk Dikonsumsi

Ini Dia 6 Tips Hilangkan Sakit Kepala Akibat Stres


Baca Juga

Anda Punya Komentar atau Pendapat?

Medaftar Newsletter

Berlangganan artikel kami untuk mendapatkan informasi terbaru melalui kotak masuk email Anda. Kami tidak akan mengirim spam karena kami selalu menghargai privasi Anda.